Mengapa Kita Butuh Berkreativitas?

Bagi kalian yang akan mengikuti Ujian Saringan Masuk Perguruan Tinggi Fakultas Seni Rupa dan Desain, pasti lagi sering-seringnya mendengar istilah kreativitas, karena kreativitas menjadi salah satu aspek penilaian dalam ujian keterampilan khususnya gambar suasana. Selain kalian calon-calon akademisi seni rupa dan desain, pasti juga sering mendengar istilah ini di mana-mana. Seperti di seminar, event workshop mengenai art & craft /design, entrepreneurship,digital media marketing, tulisan-tulisan dan tema branding dari usaha coffee shop, coworking space yang sedang menjamur di mana-mana, dan lain-lain. Pertanyaannya, kenapa kreativitas menjadi suatu hal yang penting?

Seperti yang kita ketahui, kreativitas selalu berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menciptakan ide-ide baru sehingga ide tersebut dapat menghasilkan satu konsep, solusi, kreasi, ataupun kombinasi dari ketiga hal tersebut. Disadari atau tidak, sehari-hari kita akan selalu bersinggungan dengan kreativitas karena di saat keadaan membutuhkan solusi, di situ kita mencoba untuk mencari penyelesaian yang dapat diwujudkan melalui kreativitas. Namun permasalahannya, apakah kita sadar bahwa kita sedang melakukan sesuatu yang kreatif? Dan pertanyaannya pun jadi bertambah, kenapa kita harus sadar bahwa kita sedang melakukan akitivitas kreatif?

Kesadaran kita dalam melakukan proses kreasi memiliki manfaat yang luar biasa.

Psikolog Mihalyi Czikszentmihalyi mengatakan bahwa kemampuan manusia untuk menikmati eksplorasi kreatif menurut biologi evolusi telah membantu kita untuk bertahan hidup dan berkembang. Selain itu eksplorasi kreatif juga bersifat meremajakan, memungkinkan manusia untuk mengatur diri sendiri, merupakan satu bentuk relaksasi yang mengembalikan keseimbangan emosional dan meningkatkan rasa sehat dan rasa berkecukupan. 

Setiap karya yang kita ciptakan akan menghasilkan sebuah kesadaran baru mengenai progress yang telah kita capai. Hal ini menguntungkan diri kita karena melalui berkarya dan berprogress, kita akan mendapatkan kepercayaan diri. Semakin kita mendalami skill dan pemikiran-pemikiran yang dituangkan ke dalam karya, kita semakin merasa tertantang untuk menciptakan hal yang lebih lagi, lebih lagi, dan lebih lagi. Dalam logika desain, desain adalah satu bentuk kreasi yang tidak hanya berhubungan dengan bagaimana menambah nilai estetik dalam sebuah objek tertentu seperti media berkomunikasi, interior ruangan, produk, fashion, dan lain sebagainya. Desain juga mengoptimalkan nilai kegunaan dari objek-objek yang telah disebutkan sebelumnya sehingga dapat mempermudah pekerjaan atau meningkatkan kenyamanan hidup manusia. Seni, tidak hanya bagaimana kita dapat membuat sesuatu yang indah dan enak dipandang, tapi juga karya tersebut akan berdialog dengan senimannya, berdialog dengan audiensnya sehingga secara bawah sadar dapat menciptakan solusi-solusi tertentu yang bergerak secara bawah sadar. Semakin kita berkreativitas, semakin besar skala permasalahan yang dapat teratasi tak terkecuali permasalahan diri kita sendiri, permasalahan orang-orang di sekitar kita, ataupun permasalahan berskala dunia 🙂 Masih ragu untuk menyisakan waktumu untuk berkreativitas?

Ada Beberapa Value yang Kami Pertahankan dari Dulu Hingga Kini

Values in Our Class:

Fun
Dengan suasana yang menyenangkan, kreativitas akan lebih mudah terpacu dan terekspresikan. Tanpa adanya dorongan bermain, menjadi kreatif merupakan sebuah tantangan yang tidak mudah.

Intimacy
Melalui kedekatan dengan sesama peserta dan pengajar, mental dan emosi yang ada pada wilayah personal akan lebih mudah untuk diekspresikan. Peserta menjadi tidak malu dan ragu untuk mengerekspresikan kreativitas personalnya selayaknya ke orang-orang terdekat.

Competitiveness
Persaingan yang sehat selalu menjadi pendorong bagi produktivitas dan kreativitas. Melalui kompetisi, para peserta akan dapat mengevaluasi progress melalui observasi karya satu sama lain.

Personal development
Penghargaan diri dan kreativitas membutuhkan kemampuan untuk mentolerir kegagalan khususnya dalam berkompetisi. Dengan kapasitas kelas yang terbatas, pengajar dituntut agar dapat memberikan konseling, memonitor, dan memotivasi perkembangan setiap peserta didik di kelas agar terus meningkatkan daya saingnya.

Hampir 20 tahun Bintang Merah telah menyelenggarakan berbagai macam program kelas preparasi kuliah maupun yang berbasis non-preparasi. Tidak hanya ilmu yang bermanfaat, Bintang Merah juga menjadi tempat berkumpulnya para insan kreatif yang sekarang telah menempuh hidup di jalan seni rupa, desain, maupun arsitektur. Ribuan alumni yang pernah mengenyam pendidikan kursus atau les di Bintang Merah pastinya sudah pernah merasakan fase hidup tidak terlupakan yang ada di Bintang Merah, melalui nilai-nilai yang kami pertahankan untuk menghadirkan indahnya kebersamaan dalam belajar,  berjuang, bersaing, dan bermain bersama dalam meraih tujuan, dan disimbolkan melalui Bintang, penggambaran cita-cita yang tinggi, dan Merah, warna yang menggambarkan perjuangan.

Perkenalkan! Kami Tidak Berhubungan dengan Politik Sayap Kiri

Who We Are

Lembaga studi Seni Rupa dan Desain Bintang Merah berdiri sejak 1999 sebagai bimbingan belajar persiapan Ujian Saringan Masuk Fakultas Seni Rupa dan Desain yang pertama di Jakarta. Fungsi bimbingan belajar ini difokuskan untuk persiapan para calon peserta ujian melalui metode belajar yang integral, disesuaikan dengan kriteria penilaian dan standar penerimaan mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain yang sangat spesifik.

Bintang Merah juga berekspansi menyelenggarakan kelas privat dan kelas workshop sebagai pengembangan minat seni dan desain untuk berkarya serta merangsang konsep berfikir kreatif melalui berbagai medium yang berbeda. Para peserta mendapat bimbingan untuk menguatkan minat dan memaksimalkan potensi diri di bidang kesenian, yang berprospek pada karir dan profesi di industri kreatif.

Why Bintang Merah

  • Telah berdiri sejak tahun 1999, dan telah mencetak ribuan alumni FSRD ITB dan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta
  • Iklim belajar yang menyenangkan, kondusif, kompetitif, dan inspiratif.
  • staff pengajar merupakan Sarjana Alumni FSRD ITB yang profesional di bidang-nya masing-masing.
  • Dengan terbatasnya jumlah murid per kelas, maka pendekatan khusus yang dilakukan untuk memonitor pekembangan tiap siswa akan diterapkan sesuai kebutuhan.