Buat Kamu yang Ingin Masuk Fakultas Seni Rupa dan Desain: apa sih DKV itu?

Sudah masuk tahun ajaran baru nih guys! Meskipun masih belajar di rumah, pastinya masih semangat kan! Bagi kalian para young creatives yang ingin masuk kuliah jurusan desain ataupun siapapun yang mau tau lebih dalam tentang seni rupa dan desain, kamu perlu tahu  loh, biar nanti gak salah memilih jurusan. Yuk, kita simak penjelasan kali ini tentang DKV atau desain komunikasi visual!

Diambil dari website usm ITB, Desain Komunikasi Visual (DKV) adalah cabang ilmu desain yang mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media dengan memanfaatkan elemen-elemen visual ataupun rupa untuk menyampaikan pesan untuk tujuan tertentu (tujuan informasi ataupun tujuan persuasi yaitu mempengaruhi perilaku). Seorang sarjana DKV harus pintar mengolah pesan tersebut secara efektif, informatif dan komunikatif. Semacam mengkomunikasikan sesuatu melalui bahasa visual atau gambar, lah. Banner-banner parpol pinggir jalan? Undangan kawinan temen? (apa mantan, lol) Sampai ke tampilan Bumble yang sering temen-temen mainkan? Itu semua masuk ke dalam area desain komunikasi visual.

NYMagCraigKarl

Craig and Karl, illustrator ikonik era sekarang

Apa sih bedanya desain grafis (DKV) dan seni grafis?

Meskipun mempelajari media yang sama, yaitu media cetak atau dua dimensi, seni grafis dan dkv memiliki sedikit perbedaan. Seni grafis merupakan kategori dari seni murni dimana di dalamnya mempelajari tentang proses membuat karya, yang merupakan ekspresi dari karya si seniman, sedangkan di DKV, para mahasiswa mempelajari konsep dengan maksud-tujuan dan ditujukan untuk target consumer.

Di dalam program studi dkv sendiri nantinya akan dijuruskan ke area yang lebih spesifik atau subprodi loh, beberapa diantaranya seperti Komunikasi Visual Periklanan yang lebih menekankan mahasiswa untuk terjun di bidang periklanan dan creative campaign, kemudian Desain Grafis yang mempelajari segala hal yang menyangkut visual dan yang ngetop pastinya Multimedia, seputar 3d animation dan motion graphic. Kalau kalian anaknya Studio Gibhli banget, ya pastinya mau masuk ke subprodi multimedia.

 

person writing on white paper
Photo by Fabian Wiktor on Pexels.com

Screen Shot 2020-08-05 at 2.38.01 PM

(Beberapa penerapan dari ilmu desain komunikasi visual; gambar pertama: Craig and Karl untuk sampul New York Times; Bawah: Naya Studio (@naya.studio) untuk Bank Indonesia)

Untuk profesi nya sendiri, lulusan-lulusan dkv merupakan salah satu jurusan dari seni rupa dan desain yang paling banyak ragam profesinya, seperti web designer, UI/UX design atau desain apps, desainer motion graphic atau animator, illustrator, apa lagi ya, masih banyak banget loh! Menurut kakak-kakak alumni di binmer sih, dkv masih merupakan profesi yang bisa masuk ke semua sektor industri. Gimana, young creatives makin tertarik kan untuk masuk ke desain komunikasi visual? Oiya, di blog bintang merah selanjutnya kita akan banyak bahas soal profesi-profesi ngetop di desain dan masih banyak lagi.

Gambar Suasana Fakultas Seni Rupa dan Desain Beserta Aspek Penilaiannya

Halo Young Creatives! Bagi kamu yang lagi mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian saringan masuk Fakultas Seni Rupa dan Desain meliputi Ujian Portofolio Seni Rupa SNMPTN, SBMPTN, atau Ujian Mandiri, kamu wajib check out Link berikut ini guys!

 

Di sini kamu bisa menemukan berbagai fakta tentang aspek-aspek penilaian yang perlu kamu ketahui mengenai gambar suasana. Skill gambar aja kurang cukup loh, kamu juga harus menyusun strategi, teliti, dan banyak berlatih dalam management waktu untuk mengerjakan karya kamu hingga selesai.   so Get ready to rumble guys! Bintang Merah siap membantu kesiapan kamu untuk menghadapi Ujian Keterampilan dan Portofolio Seni rupa, untuk info lebih lanjut, kamu bisa klik link instagram berikut ini https://www.instagram.com/bintang.merah/

dan klik link website untuk info lebih lanjut dan download formulir pendaftarannya segera!

http://www.bintangmerah.web.id/

 

 

FSRD 101: Hal-hal yang Perlu Kamu Ketahui mengenai Pilihan Jurusan di Fakultas Seni Rupa dan Desain

Kamu suka gambar dan mau kuliah di jurusan seni rupa dan desain? Ayo simak program-program studi apa aja yang ada di Fakultas Seni Rupa dan Desain!

Seni Murnism

Istilah seni murni, mengacu kepada praktek seni rupa yang utamanya terdapat pada nilai-nilai estetik, ekspresi, dan keindahannya, daripada nilai-nilai fungsinya. Apabila ditelisik lebih jauh, akar dari seni murni terdapat pada menggambar , melukis, cetak-mencetak, dan patung. Cakupan seni murni secara konstan meluas, seiring perkembangan teknologi dan perkembangan artistik. Media-media yang digunakan pada praktek seni murni tidak terbatas pada media konvensional yang telah disebutkan sebelumnya, tetapi juga meluas ke media baru seperti film, fotografi, videografi, animasi, seni konseptual, dan lain sebagainya.

 

Perkembangan seni murni secara media dan konsep menyebabkan semakin sulitnya mendefinisikan arti tetap dari seni itu sendiri. Pada intinya, Seni murni berbeda dengan seni terapan dan kriya/ seni kerajinan yang lebih memiliki nilai fungsional di kehidupan sehari-hari.

 

Desain Interior

di

Desain interior adalah teknik, atau praktik merancang, dan mengeksekusi interior arsitektural dan perabotannya. Berbeda dengan arsitektur interior yang mana berada di antara seni dan sains, dengan memperhatikan semua unsur fisik dari bangunan, desain interior lebih menaruh perhatian kepada semua unsur perencanaan ruang interior dalam bangunannya. Walaupun berbeda, arsitek dan desainer interior sama-sama melakukan penataan ruang untuk mengatasi permasalahan ruang dari si pemilik bangunan. Berbeda juga dengan dekorator interior, yang mana mereka mendekorasikan perabotan dan menghiasi ruang dengan barang-barang yang indah, desain interior harus dapat lebih memahami perilaku manusia dan inter-relasinya dengan bangunan sehingga dapat meningkatkan nilai fungsi dari ruang bangunan tersebut. Desainer interior dapat menghias atau mendekor ruangan, sedangkan dekorator tidak melakukan aktivitas mendesain tata ruang.

 

Desain Komunikasi Visual

dkv

DKV, atau sebelumnya lebih sering disebut sebagai desain grafis merupakan turunan dari komunikasi visual dan desain komunikasi. Desainer grafis membuat dan mengkombinasikan simbol, gambar, dan tulisan untuk membuat representasi visual dari ide dan pesan tertentu. Desainer grafis menggunakan teknik tipografi, seni rupa, tata letak halaman (page layout), dan lain sebagainya untuk membuat komposisi visual. Biasanya, desain komunikasi visual digunakan untuk desain korporasi (seperti logo dan branding), desain editorial (seperti majalah, koran, dan buku), denah, periklanan, animasi, video, desain web, desain komunikasi, desain kemasan produk, dan sistem penunjuk.

 

Desain komunikasi harus dapat membuat pesan yang disampaikan menarik bagi orang yang membaca, menginspirasi, membuat orang menginginkannya, memotivasi, dan merespon pesan yang disampaikan.

 

Desain Produk

dp

Desain produk mempelajari pembuatan produk bagi kebutuhan manusia secara inovatif agar nyaman ketika digunakan, indah dipandang, dan memiliki nilai ekonomis.  Bidang keilmuan yang terdapat di desain produk meliputi desain produk peralatan & produk konsumen, desain sarana/perkakas lingkungan, desain alat transportasi, desain elektronik, dan desain kerajinan. Desain produk mempelajari  fungsi dan bentuk dan interkoneksi antara produk, pengguna, dan lingkungannya.

Cakupan objek yang didesain agak kecil, tidak sebesar bangunan-bangunan atau desain lingkungan. Desainer produk juga biasanya tidak menggarap hal-hal yang bersifat mekanik seperti permesinan dan sirkuit elektrik, tetapi desainer produk  dapat berpengaruh pada aspek teknikal dari desain bentuk dan keterkaitannya dengan nilai guna. Mereka bekerja dengan para teknisi yang merancang aspek teknikal, merealisasikan fungsionalitas dan manufakturabilitas, dan juga bekerja dengan para ahli pemasaran untuk mengidentifikasi kebutuhan dan ekspektasi pasar.

 

Kriya

kriya

Karya seni kriya identik dengan seni kerajinan, terlihat dari cara pembuatannya  dengan menggunakan tangan (hand made). dan memperhatikan segi fungsional (kebutuhan fisik) dan keindahan (kebutuhan emosional). Hasil karya kriya diutamakan mengandung nilai keunikan konseptual, tema, imajinatif, emosional dan inderawi (visual, tactile, olfactory). Kriya juga merupakan metoda berkarya sekaligus mendesain produk yang mengutamakan nilai kualitas estetika, fungsional, keunikan, tema, makna dan pesan filosofis. Dapat dibilang bahwa kriya merupakan irisan atau memiliki posisi di tengah-tengah antara desain dan seni, di mana objek yang dihasilkan mengedepankan nilai estetik, makna, pesan filosofis, tetapi juga memiliki nilai fungsional seperti halnya objek desain. Seni Kriya telah ada sejak zaman Prasejarah dilihat dari benda-benda temuan sejak zaman Batu Muda (Neolitikum) yang mana manusia sudah mulai tinggal menetap dan menggunakan tembikar tanah liat yang digunakan sebagai wadah. Di periode selanjutnya, seni kriya berkembang baik dalam aspek fungsi, peningkatan kualitas bahan, bentuk dan corak hiasannya. Awalnya benda tersebut berbentuk sederhana, dalam perkembangannya menjadi bentuk macam-macam dan rumit yang disertai hiasan yang membuat banyak variasi dan detailnya. Berdasarkan bahan yang digunakan, kriya berkembang dan dikategorikan menjadi kriya kayu, kriya tekstil (fashion), kriya keramik, kriya logam, dan lain-lain.

 

Gimana teman kreatif? Sudah lebih tercerahkan soal pilihan jurusan-jurusan yang ada di Fakultas Seni Rupa dan Desain? Di dalam Fakultas Seni Rupa dan Desain tidak hanya berisi tentang menggambar, menggambar, dan menggambar seperti yang orang pikir kebanyakan, karena kalo kamu sudah berada di dalamnya dan mendapatkan jurusan yang kamu tekuni, kamu juga belajar mengenai sejarah, teori-teori dasar, metode berbisnis, pengelolaan karya, sosiologi yang mempelajari medan sosial bidang yang kamu tekuni, dan masih banyak lagi! Menarik yah 🙂 Sudah bukan jamannya lagi masa depan kamu diragukan karena pilihan kuliah di seni atau desain. Banyak orang yang meragukan anaknya “Kamu masuk seni rupa mau jadi apa?” Lihat aja disekitar kamu, benda apa yang tidak memiliki sentuhan seni dan desain? Berkuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain tidak hanya membentuk kamu sebagai seniman, pengrajin, atau desainer. Kamu juga bisa jadi sejarawan, kurator, kritikus, konsultan, art dealer, punya production house sendiri, sutradara, bahkan jadi pengusaha hebat!  Pilih dan kejar cita-citamu dari sekarang yah guys 🙂