Perjuangan Calon Mahasiswa Desain dan Seni Rupa

Sudah memutuskan jurusan setelah kamu lulus SMA? Bagi kamu yang tertarik untuk meneruskan pendidikan di FSRD atau Fakultas Seni Rupa dan Desain terutama di Perguruan Tinggi Negeri, ada baiknya kamu mempersiapkan diri dari sekarang karena untuk diterima di FSRD Perguruan Tinggi Negeri relatif memerlukan usaha yang luar biasa dibanding dengan jurusan-jurusan lainnya!

Alternatif jalur yang akan kamu hadapi, di antaranya:

SNMPTN 

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) adalah salah satu bentuk jalur seleksi penerimaan mahasiswa untuk memasuki perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan serentak seluruh Indonesia yang diselenggarakan pertama kali oleh Ditjen Dikti pada tahun 2008. Kriteria seleksi SNMPTN penerimaan  menggunakan nilai rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 5 (lima) bagi SMA/MA dan SMK dengan masa belajar 3 (tiga) tahun atau semester 1 (satu) sampai dengan semester 7 (tujuh) bagi SMK dengan masa belajar 4 (empat) tahun, serta Portofolio Akademik. Salah satu syarat mendaftar di tahun 2016, siswa yang memiliki prestasi unggul yaitu calon peserta masuk peringkat terbaik di sekolah pada semester tiga, semester empat dan semester lima, dengan ketentuan berdasarkan akreditasi sekolah, yakni akreditasi A, 50% terbaik di sekolahnya; akreditasi B, 30% terbaik di sekolahnya; akreditasi C, 10% terbaik di sekolahnya; d. akreditasi lainnya, 5% terbaik di sekolahnya.

Kesempatannya pun lebih tinggi dibanding mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan ujian jalur seleksi mandiri. Sebanyak 115.178 siswa dinyatakan lolos dari 645.202 pendaftar. (hanya sekitar 18% diterima)

Apabila kamu belum beruntung diterima melalui jalur SNMPTN, masih ada kesempatan berikutnya melalui jalur lain di antaranya melalui jalur SBMPTN.

SBMPTN

SBMPTN adalah salah satu jalur seleksi secara nasional untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri melalui ujian tertulis. SBMPTN dilaksanakan secara serentak dengan sistem Paper Based Testing (PBT/ Tes menggunakan kertas) dan Computer Based Testing (CBT/ Tes menggunakan komputer). Kemampuan yang diujikan yaitu meliputi potensi akademik (TKPA), penguasaan bidang studi dasar (TKD), bidang sains dan teknologi (SAINTEK) dan/atau bidang sosial dan humaniora (SOSHUM).Jumlah peserta lulus Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 sebanyak 126.804 orang dari total pendaftar yang berjumlah 721.326 orang (hanya sekitar 17,5% yang lolos seleksi)

Jalur Mandiri

Jalur Mandiri adalah nama yang digunakan oleh masyarakat secara umum untuk menyebut sistem penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan oleh perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan secara mandiri oleh masing-masing perguruan tinggi negeri di Indonesia. tidak seperti SNMPTN yang dilaksanakan secara bersama-sama di bawah koordinasi Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional), Jalur Mandiri dilaksanakan secara tidak seragam dan bergantung kepada kebijakan masing-masing perguruan tinggi negeri dalam rangka memberikan alternatif pilihan kepada mereka yang tidak lolos tes jalur SNMPTN maupun SBMPTN agar tetap bisa melanjutkan studi ke PTN. Jalur Mandiri belum tentu berupa tes, misalnya jalur Prestasi Internasional dan Nasional (PIN) yang diperuntukkan bagi siswa yang memiliki prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Perjuangan kamu belum cukup sampai sini saja karena khususnya untuk kuliah FSRD, kamu masih harus melewati ujian lainnya untuk bahan pertimbangan seleksi Perguruan Tinggi yang kamu pilih. Masing-masing jalur yang telah disebutkan di atas memiliki ujian tambahan, berupa ujian keterampilan.

 

Ujian Keterampilan

Pada ujian keterampilan SNMPTN, setiap tahunnya sering terjadi perubahan ketentuan. Pada tahun 2016, para peserta seleksi diminta untuk menggambar dua buah gambar ekspresi atau gambar suasana dengan format berwarna dan tidak berwarna di kertas A3. Pengumpulan karya dilakukan secara online disertakan dengan lembar pengesahan dari pihak sekolah  masing-masing peserta. Berbeda dengan ketentuan ujian keterampilan sebelumnya yang mengharuskan peserta untuk mengunggah portofolio karya-karya bebas seni rupa yang telah diciptakan sebelumnya yang mungkin saja dalam bentuk 3d atau 2d,  dan beberapa ketentuan seperti gambar figuratif dan komposisi.

Untuk ujian keterampilan SBMPTN, materi yang diujikan, meliputi: tes praktik menggambar bentuk (still life) dan ekspresi (gambar suasana) serta tes pengetahuan dan wawasan seni rupa. Peserta juga wajib hadir dengan berpakaian rapi, membawa ballpoint, pensil HB sampai dengan 6B, karet penghapus, dan alas gambar. Selain itu, peserta harus membawa Copy Ijazah/SKHUN, Kartu Identitas Diri serta bukti pembayaran Ujian Keterampilan Seni Rupa.

 

Tidak heran apabila kamu dan teman-teman kamu yang ingin meneruskan pendidikan di FSRD memiliki kesibukan yang luar biasa dalam rangka mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian tertulis dan keterampilan perguruan tinggi negeri. Di hari tertentu kamu harus mempersiapkan ujian-ujian pelajaran sekolah untuk menghadapi UN dan SBMPTN, di hari lain juga kamu harus mempersiapkan diri kamu untuk menghadapi ujian keterampilan yang memiliki bobot cukup besar yakni 60% dari keseluruhan tes termasuk ujian tertulis.

Untuk teman-teman kreatif yang sedang berjuang mati-matian, good luck dan selamat berjuang dampai titik darah penghabisan 🙂

Mengapa Kita Butuh Berkreativitas?

Bagi kalian yang akan mengikuti Ujian Saringan Masuk Perguruan Tinggi Fakultas Seni Rupa dan Desain, pasti lagi sering-seringnya mendengar istilah kreativitas, karena kreativitas menjadi salah satu aspek penilaian dalam ujian keterampilan khususnya gambar suasana. Selain kalian calon-calon akademisi seni rupa dan desain, pasti juga sering mendengar istilah ini di mana-mana. Seperti di seminar, event workshop mengenai art & craft /design, entrepreneurship,digital media marketing, tulisan-tulisan dan tema branding dari usaha coffee shop, coworking space yang sedang menjamur di mana-mana, dan lain-lain. Pertanyaannya, kenapa kreativitas menjadi suatu hal yang penting?

Seperti yang kita ketahui, kreativitas selalu berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menciptakan ide-ide baru sehingga ide tersebut dapat menghasilkan satu konsep, solusi, kreasi, ataupun kombinasi dari ketiga hal tersebut. Disadari atau tidak, sehari-hari kita akan selalu bersinggungan dengan kreativitas karena di saat keadaan membutuhkan solusi, di situ kita mencoba untuk mencari penyelesaian yang dapat diwujudkan melalui kreativitas. Namun permasalahannya, apakah kita sadar bahwa kita sedang melakukan sesuatu yang kreatif? Dan pertanyaannya pun jadi bertambah, kenapa kita harus sadar bahwa kita sedang melakukan akitivitas kreatif?

Kesadaran kita dalam melakukan proses kreasi memiliki manfaat yang luar biasa.

Psikolog Mihalyi Czikszentmihalyi mengatakan bahwa kemampuan manusia untuk menikmati eksplorasi kreatif menurut biologi evolusi telah membantu kita untuk bertahan hidup dan berkembang. Selain itu eksplorasi kreatif juga bersifat meremajakan, memungkinkan manusia untuk mengatur diri sendiri, merupakan satu bentuk relaksasi yang mengembalikan keseimbangan emosional dan meningkatkan rasa sehat dan rasa berkecukupan. 

Setiap karya yang kita ciptakan akan menghasilkan sebuah kesadaran baru mengenai progress yang telah kita capai. Hal ini menguntungkan diri kita karena melalui berkarya dan berprogress, kita akan mendapatkan kepercayaan diri. Semakin kita mendalami skill dan pemikiran-pemikiran yang dituangkan ke dalam karya, kita semakin merasa tertantang untuk menciptakan hal yang lebih lagi, lebih lagi, dan lebih lagi. Dalam logika desain, desain adalah satu bentuk kreasi yang tidak hanya berhubungan dengan bagaimana menambah nilai estetik dalam sebuah objek tertentu seperti media berkomunikasi, interior ruangan, produk, fashion, dan lain sebagainya. Desain juga mengoptimalkan nilai kegunaan dari objek-objek yang telah disebutkan sebelumnya sehingga dapat mempermudah pekerjaan atau meningkatkan kenyamanan hidup manusia. Seni, tidak hanya bagaimana kita dapat membuat sesuatu yang indah dan enak dipandang, tapi juga karya tersebut akan berdialog dengan senimannya, berdialog dengan audiensnya sehingga secara bawah sadar dapat menciptakan solusi-solusi tertentu yang bergerak secara bawah sadar. Semakin kita berkreativitas, semakin besar skala permasalahan yang dapat teratasi tak terkecuali permasalahan diri kita sendiri, permasalahan orang-orang di sekitar kita, ataupun permasalahan berskala dunia 🙂 Masih ragu untuk menyisakan waktumu untuk berkreativitas?

Ada Beberapa Value yang Kami Pertahankan dari Dulu Hingga Kini

Values in Our Class:

Fun
Dengan suasana yang menyenangkan, kreativitas akan lebih mudah terpacu dan terekspresikan. Tanpa adanya dorongan bermain, menjadi kreatif merupakan sebuah tantangan yang tidak mudah.

Intimacy
Melalui kedekatan dengan sesama peserta dan pengajar, mental dan emosi yang ada pada wilayah personal akan lebih mudah untuk diekspresikan. Peserta menjadi tidak malu dan ragu untuk mengerekspresikan kreativitas personalnya selayaknya ke orang-orang terdekat.

Competitiveness
Persaingan yang sehat selalu menjadi pendorong bagi produktivitas dan kreativitas. Melalui kompetisi, para peserta akan dapat mengevaluasi progress melalui observasi karya satu sama lain.

Personal development
Penghargaan diri dan kreativitas membutuhkan kemampuan untuk mentolerir kegagalan khususnya dalam berkompetisi. Dengan kapasitas kelas yang terbatas, pengajar dituntut agar dapat memberikan konseling, memonitor, dan memotivasi perkembangan setiap peserta didik di kelas agar terus meningkatkan daya saingnya.

Hampir 20 tahun Bintang Merah telah menyelenggarakan berbagai macam program kelas preparasi kuliah maupun yang berbasis non-preparasi. Tidak hanya ilmu yang bermanfaat, Bintang Merah juga menjadi tempat berkumpulnya para insan kreatif yang sekarang telah menempuh hidup di jalan seni rupa, desain, maupun arsitektur. Ribuan alumni yang pernah mengenyam pendidikan kursus atau les di Bintang Merah pastinya sudah pernah merasakan fase hidup tidak terlupakan yang ada di Bintang Merah, melalui nilai-nilai yang kami pertahankan untuk menghadirkan indahnya kebersamaan dalam belajar,  berjuang, bersaing, dan bermain bersama dalam meraih tujuan, dan disimbolkan melalui Bintang, penggambaran cita-cita yang tinggi, dan Merah, warna yang menggambarkan perjuangan.

Perkenalkan! Kami Tidak Berhubungan dengan Politik Sayap Kiri

Who We Are

Lembaga studi Seni Rupa dan Desain Bintang Merah berdiri sejak 1999 sebagai bimbingan belajar persiapan Ujian Saringan Masuk Fakultas Seni Rupa dan Desain yang pertama di Jakarta. Fungsi bimbingan belajar ini difokuskan untuk persiapan para calon peserta ujian melalui metode belajar yang integral, disesuaikan dengan kriteria penilaian dan standar penerimaan mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain yang sangat spesifik.

Bintang Merah juga berekspansi menyelenggarakan kelas privat dan kelas workshop sebagai pengembangan minat seni dan desain untuk berkarya serta merangsang konsep berfikir kreatif melalui berbagai medium yang berbeda. Para peserta mendapat bimbingan untuk menguatkan minat dan memaksimalkan potensi diri di bidang kesenian, yang berprospek pada karir dan profesi di industri kreatif.

Why Bintang Merah

  • Telah berdiri sejak tahun 1999, dan telah mencetak ribuan alumni FSRD ITB dan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta
  • Iklim belajar yang menyenangkan, kondusif, kompetitif, dan inspiratif.
  • staff pengajar merupakan Sarjana Alumni FSRD ITB yang profesional di bidang-nya masing-masing.
  • Dengan terbatasnya jumlah murid per kelas, maka pendekatan khusus yang dilakukan untuk memonitor pekembangan tiap siswa akan diterapkan sesuai kebutuhan.