Prediksi Portofolio Seni Rupa Pengganti Ujian Keterampilan (SBMPTN)

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPTN) meniadakan tes keterampilan pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019.  Pendaftar diminta menyiapkan portofolio, terkait prestasi maupun penghargaan yang pernah diraih dan sesuai dengan bidang yang diminati. Nah looooh!?

Penghapusan tes keterampilan merupakan bagian dari kebijakan baru yang diterapkan pada seleksi masuk PTN 2019.  “Ada kebijakan baru yang berbeda. Tahun ini kami tidak menyelenggarakan ujian keterampilan,” kata Ketua LTMPTN, Ravik Karsidi di Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018.

Pasti banyak yang bertanya-tanya tentang “seperti apa sih portofolio seni rupa yang diminta SBMPTN?” hal ini di luar kebiasaan dari tahun sebelumnya yang menggunakan sistem ujian keterampilan.

Portofolio dalam pendidikan adalah bagian dari usaha dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. Dalam hal seni rupa, portofolio merupakan kumpulan karya terbaik.

Sebagai contoh, dari pelaksanaan SNMPTN beberapa tahun ke belakang, peserta SNMPTN yang ingin kuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain harus menyertakan portofolio.

Portofolio yang diminta biasanya berdasarkan ketentuan yang diberikan oleh Panitia SNMPTN, bisa berupa gambar suasana dengan berbagai format, misalnya dengan warna ataupun hitam putih. Dan bisa juga ditambah dengan menggambar komposisi objek, still life, atau gambar figur-figur tertentu seperti makhluk hidup. Seperti contoh sebelum-sebelumnya juga, bisa saja peserta diminta untuk submit karya selain dengan media drawing seperti karya 3d (patung, keramik) atau lainnya. Kamu juga harus mempersiapkan tanskrip prestasi, penghargaan-penghargaan, sertifikat, dan lainnya yang pernah kamu dapatkan sesuai progress studi sejauh ini.

Gambar Suasana Portofolio Senirupa SNMPTN 2017-2018
Karen Yunika, peserta didik Bintang Merah yang sudah diterima di FSRD ITB, “Portofolio Gambar Suasana SNMPTN”, 2018
Portofolio SNMPTN 2017-2018
Rabiatul Hasanah (Hanna), peserta didik Bintang Merah yang sudah diterima di FSRD UNS, “Portofolio Gambar Komposisi SNMPTN”, 2018

Portofolio biasanya disubmit melalui bentuk softcopy (hasil scan atau foto) yang dilegalisir oleh sekolah. Data disubmit pada masa pendaftaran yang biasanya memiliki durasi 2 minggu (dari hari pertama dikeluarkannya ketentuan pendaftaran & pengerjaan porto.)

Akan seperti apa ketentuan Portofolio di SNMPTN dan SBMPTN 2019? Semuanya dirahasiakan oleh panitia penyelenggara! Mau bagaimana pun ketentuannya, kamu harus tetap mempersiapkan skill berkarya dan kreativitas kamu dari basic hingga strategi pengerjaannya.

Kabar gembira, mulai Januari 2019, Bintang Merah akan lebih banyak menyelengarakan program yang lebih dikhususkan lagi untuk persiapan portofolio.

Share ke teman-teman kamu apabila info ini bermanfaat ya guys! 🙂

Suasana Kelas Bintang Merah
Suasana Kelas Bintang Merah

Kelas Intensif Bintang Merah 2017 Telah Dibuka!

Kelas Intensif merupakan program yang dibuka menjelang SBMPTN untuk persiapan menghadapi ujian secara intensif dan fokus dalam  tes kemampuan menggambar, mengatur waktu, dan mempersiapkan diri rutin selama sebulan penuh dengan proses belajar yang integral dan spesifik dalam mencapai standar kualifikasi Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. Kelas Intensif meliputi mempelajari teknik menggambar basic dan strategi menghadapi ujian keterampilan secara akseleratif (sudah termasuk dengan Kelas Simulasi).

Lalu, apa yang membedakan kelas Intensif dengan kelas reguler? Kelas instensif dirancang untuk kamu-kamu yang hanya memiliki waktu lebih sedikit dibanding yang telah mengikuti kelas reguler dari awal. Dalam waktu kurang lebih sebulan, kamu dibimbing untuk dapat mengejar materi dari prinsip-prinsip dasar hingga kamu siap menghadapi ujian-ujian keterampilan yang ada pada ujian SBMPTN (bobot penilaian bisa mencapai 50% dari keseluruhan ujian tertulis dan keterampilan.  TPA memiliki bobot 15-25%, TKDU memiliki bobot 15%, dan tes bidang studi SOSHUM 10-20%).

Durasi pertemuan meliputi dua sessi (kurang lebih 4 jam) di setiap hari (kecuali hari minggu) meliputi pemberian materi, tugas latihan, dan review. Di dalam kelas intensif, kamu dituntut untuk lebih semangat dalam berkompetisi, karena SBMPTN adalah kompetisi yang sengit demi menempatkan posisi tertinggi  dalam meraih Perguruan Tinggi yang kamu idamkan. Setiap pertemuan akan diberikan penilaian, dilengkapi dengan raport di setiap minggunya yang nantinya dapat kamu analisis sendiri kelebihan dan kekurangan sehingga kamu menjadi lebih mengetahui  kemampuan apa saja yang harus kamu lebih pertajam. Kelas Intensif Bintang Merah 2017 akan dimulai pada tanggal 15 April. Buruan, kelas sangat terbatas (maks. 15 orang)!

Perjuangan Calon Mahasiswa Desain dan Seni Rupa

Sudah memutuskan jurusan setelah kamu lulus SMA? Bagi kamu yang tertarik untuk meneruskan pendidikan di FSRD atau Fakultas Seni Rupa dan Desain terutama di Perguruan Tinggi Negeri, ada baiknya kamu mempersiapkan diri dari sekarang karena untuk diterima di FSRD Perguruan Tinggi Negeri relatif memerlukan usaha yang luar biasa dibanding dengan jurusan-jurusan lainnya!

Alternatif jalur yang akan kamu hadapi, di antaranya:

SNMPTN 

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) adalah salah satu bentuk jalur seleksi penerimaan mahasiswa untuk memasuki perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan serentak seluruh Indonesia yang diselenggarakan pertama kali oleh Ditjen Dikti pada tahun 2008. Kriteria seleksi SNMPTN penerimaan  menggunakan nilai rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 5 (lima) bagi SMA/MA dan SMK dengan masa belajar 3 (tiga) tahun atau semester 1 (satu) sampai dengan semester 7 (tujuh) bagi SMK dengan masa belajar 4 (empat) tahun, serta Portofolio Akademik. Salah satu syarat mendaftar di tahun 2016, siswa yang memiliki prestasi unggul yaitu calon peserta masuk peringkat terbaik di sekolah pada semester tiga, semester empat dan semester lima, dengan ketentuan berdasarkan akreditasi sekolah, yakni akreditasi A, 50% terbaik di sekolahnya; akreditasi B, 30% terbaik di sekolahnya; akreditasi C, 10% terbaik di sekolahnya; d. akreditasi lainnya, 5% terbaik di sekolahnya.

Kesempatannya pun lebih tinggi dibanding mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan ujian jalur seleksi mandiri. Sebanyak 115.178 siswa dinyatakan lolos dari 645.202 pendaftar. (hanya sekitar 18% diterima)

Apabila kamu belum beruntung diterima melalui jalur SNMPTN, masih ada kesempatan berikutnya melalui jalur lain di antaranya melalui jalur SBMPTN.

SBMPTN

SBMPTN adalah salah satu jalur seleksi secara nasional untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri melalui ujian tertulis. SBMPTN dilaksanakan secara serentak dengan sistem Paper Based Testing (PBT/ Tes menggunakan kertas) dan Computer Based Testing (CBT/ Tes menggunakan komputer). Kemampuan yang diujikan yaitu meliputi potensi akademik (TKPA), penguasaan bidang studi dasar (TKD), bidang sains dan teknologi (SAINTEK) dan/atau bidang sosial dan humaniora (SOSHUM).Jumlah peserta lulus Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 sebanyak 126.804 orang dari total pendaftar yang berjumlah 721.326 orang (hanya sekitar 17,5% yang lolos seleksi)

Jalur Mandiri

Jalur Mandiri adalah nama yang digunakan oleh masyarakat secara umum untuk menyebut sistem penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan oleh perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan secara mandiri oleh masing-masing perguruan tinggi negeri di Indonesia. tidak seperti SNMPTN yang dilaksanakan secara bersama-sama di bawah koordinasi Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional), Jalur Mandiri dilaksanakan secara tidak seragam dan bergantung kepada kebijakan masing-masing perguruan tinggi negeri dalam rangka memberikan alternatif pilihan kepada mereka yang tidak lolos tes jalur SNMPTN maupun SBMPTN agar tetap bisa melanjutkan studi ke PTN. Jalur Mandiri belum tentu berupa tes, misalnya jalur Prestasi Internasional dan Nasional (PIN) yang diperuntukkan bagi siswa yang memiliki prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Perjuangan kamu belum cukup sampai sini saja karena khususnya untuk kuliah FSRD, kamu masih harus melewati ujian lainnya untuk bahan pertimbangan seleksi Perguruan Tinggi yang kamu pilih. Masing-masing jalur yang telah disebutkan di atas memiliki ujian tambahan, berupa ujian keterampilan.

 

Ujian Keterampilan

Pada ujian keterampilan SNMPTN, setiap tahunnya sering terjadi perubahan ketentuan. Pada tahun 2016, para peserta seleksi diminta untuk menggambar dua buah gambar ekspresi atau gambar suasana dengan format berwarna dan tidak berwarna di kertas A3. Pengumpulan karya dilakukan secara online disertakan dengan lembar pengesahan dari pihak sekolah  masing-masing peserta. Berbeda dengan ketentuan ujian keterampilan sebelumnya yang mengharuskan peserta untuk mengunggah portofolio karya-karya bebas seni rupa yang telah diciptakan sebelumnya yang mungkin saja dalam bentuk 3d atau 2d,  dan beberapa ketentuan seperti gambar figuratif dan komposisi.

Untuk ujian keterampilan SBMPTN, materi yang diujikan, meliputi: tes praktik menggambar bentuk (still life) dan ekspresi (gambar suasana) serta tes pengetahuan dan wawasan seni rupa. Peserta juga wajib hadir dengan berpakaian rapi, membawa ballpoint, pensil HB sampai dengan 6B, karet penghapus, dan alas gambar. Selain itu, peserta harus membawa Copy Ijazah/SKHUN, Kartu Identitas Diri serta bukti pembayaran Ujian Keterampilan Seni Rupa.

 

Tidak heran apabila kamu dan teman-teman kamu yang ingin meneruskan pendidikan di FSRD memiliki kesibukan yang luar biasa dalam rangka mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian tertulis dan keterampilan perguruan tinggi negeri. Di hari tertentu kamu harus mempersiapkan ujian-ujian pelajaran sekolah untuk menghadapi UN dan SBMPTN, di hari lain juga kamu harus mempersiapkan diri kamu untuk menghadapi ujian keterampilan yang memiliki bobot cukup besar yakni 60% dari keseluruhan tes termasuk ujian tertulis.

Untuk teman-teman kreatif yang sedang berjuang mati-matian, good luck dan selamat berjuang dampai titik darah penghabisan 🙂

Bocoran Mengenai Gambar Suasana!

Bagi kamu peminat jurusan Seni Rupa dan Desain, harus mengenali apa yang dinamakan dengan gambar suasana. Sebagai bocoran, kamu akan diberikan soal berupa paragraf naratif atau deskriptif, dan kamu diminta untuk menggambar adegan tersebut ke dalam kertas A3 dalam 90 menit. Bagi kamu yang belum tergabung ke dalam bimbingan belajar preparasi menghadapi Ujian Saringan Masuk Fakultas Seni Rupa dan Desain atau disingkat FSRD, prepare yourself! Karena orang yang memiliki bakat di ilustrasi atau menggambar figuratif, sampai serealis-realisnya pun sampai keliahatan pori-pori, urat, butiran keringat, bulu hidung pun ketika diminta untuk menggambar suasana terkadang akan kewalahan karena belum terbiasa menggambar  adegan yang detail dari mulai ide cerita, figur-figur tokoh di dalamnya, mengatur komposisi, detail background, pengambilan sudut pandang,  dalam waktu yang sangat terbatas.

Gambar suasana, atau biasa disebut sebagai gambar ekspresi merupakan satu metode komprehensif untuk menilai banyak aspek kreatif para peserta seleksi. Penilaian akan meliputi beberapa poin diantaranya:

  1. Kreativitas

Aspek penilaian satu ini ditujukan untuk melihat kemampuan kamu dalam menciptakan ide-ide baru. Kamu ditantang untuk dapat mengembangkan soal  yang diberikan. Sebagai contoh , “Gambarkan suasana pasar di mana di sana terdapat aktivitas jual beli.” Ide pertama yang terlintas di kepala orang kebanyakan mungkin pasar tradisional di tempat terbuka, yang isinya pengunjung pasar yang sedang membayar barang belanjaan kepada penjual, dan penjual sedang berada di balik meja menerima uang atau memberikan barang yang dijajakan. Mereka sibuk masing-masing dengan aktivitas jual belinya.  Cara menjawab tersebut bisa dinilai sebagai “ide pertama” di mana hampir semua orang ketika mendengar kata pasar membayangkan adegan tersebut. Tidak ada sesuatu yang lebih dari sekedar menjawab kebutuhan soal. Namun, yang diminta adalah bagaimana kamu bisa berpikir lebih menggunakan ide ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya. Pasar bisa saja berupa pasar swalayan yang modern, aktivitas jual beli dilakukan di kasir. Selain itu juga kamu bisa menampilkan pasar barang elektronik, pasar apung, dan masih banyak lagi. Walaupun kamu diminta untuk berpikir anti-mainstream, jangan push ide kamu terlalu jauh, karena bisa saja ide kamu melenceng dari apa yang diminta soal gambar suasana sehingga aspek-aspek yang diharapkan tampil di gambar tersebut tidak muncul.

Selain ide setting, kamu juga harus lebih bermain dengan  ide cerita. Di dalam soal tadi, menggambar aktivitas jual beli saja dirasa kurang cukup. Ingat, ide kamu merupakan daya jual kamu. Tambahkan adegan-adegan menarik di dalamnya. Bayangkan bahwa gambar suasana adalah sebuah film yang adegannya difreeze kedalam satu frame. Dalam satu frame tersebut, visual yang ditampilkan harus dapat memberikan informasi keseluruhan kejadian yang ditampilkan. Gambar kamu juga harus memberikan kesan untuk menambah daya jual. Apakah adegannya seru, sedih, lucu, dan lain sebagainya. Selain itu, berikan kesan bahwa kamu memiliki wawasan yang luas terhadap sekitar kamu. Mulai dari sekarang  kamu harus melihat sekitar, perhatikan detail-detail yang ada disekitar kamu, masukkan  ke kepala, dan  tuangkan di gambar kamu nanti.

  1. Tingkat Keselesaian

Aspek keselesaian ini jadi salah satu aspek terpenting. Apabila kamu tidak mampu menyelesaikan gambar sampai penuh, jangan harap kamu bisa memenangkan  pertarungan sengit di ujian penerimaan nanti. Kamu harus bisa taktis dalam mempertimbangkan proses-proses apa saja yang harus dilewatkan untuk mencapai gambar yang utuh di kertas A3 selama 90 menit, dari mulai tahap membaca soal sampai ke tahap finishing.

  1. Analisa Soal

Ini dia aspek yang paling sering membuat peserta menyesal ketika keluar dari ruang ujian. Ketika mencoba mengingat-ingat soal yang diberikan, lalu saling sharing ke teman-teman seperjuangannya, biasanya ada detail di soal cerita yang terlewatkan karena panik atau terlalu bersemangat. Apabila ada satu saja detail yang terlewat, bersiap-siaplah menerima kenyataan pahit 😦 Kemampuan menganalisa sangatlah penting bagi seorang seniman atau desainer karena sebuah karya pasti akan berangkat dari ketelitian menganalisa  permasalahan yang perlu diatasi, dan dijawab melalui cara-cara yang kreatif dan estetis.

  1. Teknis/ Wawasan Menggambar

Di sini, kamu diminta untuk menggambar senyata mungkin. Nyata dalam konteks menggambar suasana bukanlah seperti yang kamu bayangkan dengan detail-detail hyper-realistic sampai ke serat pakaian atau pori-pori kulit. Tapi nyata di sini adalah bagaimana proporsi manusia, perspektif ruang, material dan tekstur benda, pencahayaan, semua representatif sesuai dengan bagaimana kita melihat adegan tersebut di kehidupan nyata. Ingat, gambar yang kita buat harus bersifat informatif sehingga yang menilai gambar kita tidak perlu lagi bertanya-tanya lagi melihat informasi yang disampaikan melalui gambar kita. Maka dari itu, bagi kamu yang lebih terbiasa menggambar dengan gaya manga, ada baiknya khusus untuk gambar suasana ini kamu memakai style yang lebih realis. Menggambar dengan gaya manga boleh-boleh saja selama disesuaikan dengan proporsi dan anatomi yang mengikuti kaidah-kaidah menggambar realis.   Gaya manga adalah teknik lanjutan atau modifkasi dari menggambar realis. Kamu harus bisa menguasai teknik realis terlebih dulu sebelum diabstraksikan menjadi gambar manga.

Apabila kamu merasa sudah menguasai aspek-aspek diatas, ada baiknya kamu coba mengukur kemampuan kamu seperti mengikuti event-event try out. Berdasarkan pengalaman orang-orang kebanyakan, ujian di tempat rasanya selalu melegakan bagi peserta-peserta yang sudah cukup sering berlatih menggambar suasana, di tempat les ataupun latihan secara mandiri, karena sebagian besar peserta ujian keterampilan di sekitarnya belum terbiasa menggambar suasana. Alhasil bidang kertas gambar suasana yang mereka kerjakan biasanya dicap “putih” karena bidang gambar  tidak terisi  dengan penuh. Berbeda dengan yang terbiasa menggambar suasana, biasanya gambar terlihat  hitam, gelap, dan penuh karena selalu dididik untuk menciptakan karya yang outstanding dengan garis pensil yang tegas dan tebal, dan pengisian bidang gambar yang lebih strategis. Namun, bagi yang gambarnya lebih gelap jangan tenang dulu, karena peserta yang mengikuti ujian  mencapai ribuan seindonesia! Dan yang kamu lihat di kiri kanan hanyalah sebagian kecil dr keseluruhan peserta.

Mengikuti kelas persiapan di Bimbel gambar seperti Bintang Merah menjadi salah satu solusi terbaik untuk mempersiapkan diri karena selain persiapan kamu didampingi oleh para mentor, mengikuti tahapan-tahapan belajar yang terarah, kamu juga memiliki teman-teman berdiskusi yang berkembang secara bersama-sama, sekaligus pesaing-pesaing bebuyutan kamu dr awal kamu masih “kurang” hingga ujian keterampilan gelombang terakhir sebelum kamu dinyatakan berhasil ataupun gagal. Hal ini membuat kamu lebih kuat lagi, lebih jago lagi, dan lebih siap lagi karena kamu sudah berusaha belajar dengan cara yang jauh lebih optimal.

Mengapa Kita Butuh Berkreativitas?

Bagi kalian yang akan mengikuti Ujian Saringan Masuk Perguruan Tinggi Fakultas Seni Rupa dan Desain, pasti lagi sering-seringnya mendengar istilah kreativitas, karena kreativitas menjadi salah satu aspek penilaian dalam ujian keterampilan khususnya gambar suasana. Selain kalian calon-calon akademisi seni rupa dan desain, pasti juga sering mendengar istilah ini di mana-mana. Seperti di seminar, event workshop mengenai art & craft /design, entrepreneurship,digital media marketing, tulisan-tulisan dan tema branding dari usaha coffee shop, coworking space yang sedang menjamur di mana-mana, dan lain-lain. Pertanyaannya, kenapa kreativitas menjadi suatu hal yang penting?

Seperti yang kita ketahui, kreativitas selalu berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menciptakan ide-ide baru sehingga ide tersebut dapat menghasilkan satu konsep, solusi, kreasi, ataupun kombinasi dari ketiga hal tersebut. Disadari atau tidak, sehari-hari kita akan selalu bersinggungan dengan kreativitas karena di saat keadaan membutuhkan solusi, di situ kita mencoba untuk mencari penyelesaian yang dapat diwujudkan melalui kreativitas. Namun permasalahannya, apakah kita sadar bahwa kita sedang melakukan sesuatu yang kreatif? Dan pertanyaannya pun jadi bertambah, kenapa kita harus sadar bahwa kita sedang melakukan akitivitas kreatif?

Kesadaran kita dalam melakukan proses kreasi memiliki manfaat yang luar biasa.

Psikolog Mihalyi Czikszentmihalyi mengatakan bahwa kemampuan manusia untuk menikmati eksplorasi kreatif menurut biologi evolusi telah membantu kita untuk bertahan hidup dan berkembang. Selain itu eksplorasi kreatif juga bersifat meremajakan, memungkinkan manusia untuk mengatur diri sendiri, merupakan satu bentuk relaksasi yang mengembalikan keseimbangan emosional dan meningkatkan rasa sehat dan rasa berkecukupan. 

Setiap karya yang kita ciptakan akan menghasilkan sebuah kesadaran baru mengenai progress yang telah kita capai. Hal ini menguntungkan diri kita karena melalui berkarya dan berprogress, kita akan mendapatkan kepercayaan diri. Semakin kita mendalami skill dan pemikiran-pemikiran yang dituangkan ke dalam karya, kita semakin merasa tertantang untuk menciptakan hal yang lebih lagi, lebih lagi, dan lebih lagi. Dalam logika desain, desain adalah satu bentuk kreasi yang tidak hanya berhubungan dengan bagaimana menambah nilai estetik dalam sebuah objek tertentu seperti media berkomunikasi, interior ruangan, produk, fashion, dan lain sebagainya. Desain juga mengoptimalkan nilai kegunaan dari objek-objek yang telah disebutkan sebelumnya sehingga dapat mempermudah pekerjaan atau meningkatkan kenyamanan hidup manusia. Seni, tidak hanya bagaimana kita dapat membuat sesuatu yang indah dan enak dipandang, tapi juga karya tersebut akan berdialog dengan senimannya, berdialog dengan audiensnya sehingga secara bawah sadar dapat menciptakan solusi-solusi tertentu yang bergerak secara bawah sadar. Semakin kita berkreativitas, semakin besar skala permasalahan yang dapat teratasi tak terkecuali permasalahan diri kita sendiri, permasalahan orang-orang di sekitar kita, ataupun permasalahan berskala dunia 🙂 Masih ragu untuk menyisakan waktumu untuk berkreativitas?