Gambar Suasana Fakultas Seni Rupa dan Desain Beserta Aspek Penilaiannya

Halo Young Creatives! Bagi kamu yang lagi mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian saringan masuk Fakultas Seni Rupa dan Desain meliputi Ujian Portofolio Seni Rupa SNMPTN, SBMPTN, atau Ujian Mandiri, kamu wajib check out Link berikut ini guys!

 

Di sini kamu bisa menemukan berbagai fakta tentang aspek-aspek penilaian yang perlu kamu ketahui mengenai gambar suasana. Skill gambar aja kurang cukup loh, kamu juga harus menyusun strategi, teliti, dan banyak berlatih dalam management waktu untuk mengerjakan karya kamu hingga selesai.   so Get ready to rumble guys! Bintang Merah siap membantu kesiapan kamu untuk menghadapi Ujian Keterampilan dan Portofolio Seni rupa, untuk info lebih lanjut, kamu bisa klik link instagram berikut ini https://www.instagram.com/bintang.merah/

dan klik link website untuk info lebih lanjut dan download formulir pendaftarannya segera!

http://www.bintangmerah.web.id/

 

 

Perjuangan Calon Mahasiswa Desain dan Seni Rupa

Sudah memutuskan jurusan setelah kamu lulus SMA? Bagi kamu yang tertarik untuk meneruskan pendidikan di FSRD atau Fakultas Seni Rupa dan Desain terutama di Perguruan Tinggi Negeri, ada baiknya kamu mempersiapkan diri dari sekarang karena untuk diterima di FSRD Perguruan Tinggi Negeri relatif memerlukan usaha yang luar biasa dibanding dengan jurusan-jurusan lainnya!

Alternatif jalur yang akan kamu hadapi, di antaranya:

SNMPTN 

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) adalah salah satu bentuk jalur seleksi penerimaan mahasiswa untuk memasuki perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan serentak seluruh Indonesia yang diselenggarakan pertama kali oleh Ditjen Dikti pada tahun 2008. Kriteria seleksi SNMPTN penerimaan  menggunakan nilai rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 5 (lima) bagi SMA/MA dan SMK dengan masa belajar 3 (tiga) tahun atau semester 1 (satu) sampai dengan semester 7 (tujuh) bagi SMK dengan masa belajar 4 (empat) tahun, serta Portofolio Akademik. Salah satu syarat mendaftar di tahun 2016, siswa yang memiliki prestasi unggul yaitu calon peserta masuk peringkat terbaik di sekolah pada semester tiga, semester empat dan semester lima, dengan ketentuan berdasarkan akreditasi sekolah, yakni akreditasi A, 50% terbaik di sekolahnya; akreditasi B, 30% terbaik di sekolahnya; akreditasi C, 10% terbaik di sekolahnya; d. akreditasi lainnya, 5% terbaik di sekolahnya.

Kesempatannya pun lebih tinggi dibanding mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan ujian jalur seleksi mandiri. Sebanyak 115.178 siswa dinyatakan lolos dari 645.202 pendaftar. (hanya sekitar 18% diterima)

Apabila kamu belum beruntung diterima melalui jalur SNMPTN, masih ada kesempatan berikutnya melalui jalur lain di antaranya melalui jalur SBMPTN.

SBMPTN

SBMPTN adalah salah satu jalur seleksi secara nasional untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri melalui ujian tertulis. SBMPTN dilaksanakan secara serentak dengan sistem Paper Based Testing (PBT/ Tes menggunakan kertas) dan Computer Based Testing (CBT/ Tes menggunakan komputer). Kemampuan yang diujikan yaitu meliputi potensi akademik (TKPA), penguasaan bidang studi dasar (TKD), bidang sains dan teknologi (SAINTEK) dan/atau bidang sosial dan humaniora (SOSHUM).Jumlah peserta lulus Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 sebanyak 126.804 orang dari total pendaftar yang berjumlah 721.326 orang (hanya sekitar 17,5% yang lolos seleksi)

Jalur Mandiri

Jalur Mandiri adalah nama yang digunakan oleh masyarakat secara umum untuk menyebut sistem penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan oleh perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan secara mandiri oleh masing-masing perguruan tinggi negeri di Indonesia. tidak seperti SNMPTN yang dilaksanakan secara bersama-sama di bawah koordinasi Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional), Jalur Mandiri dilaksanakan secara tidak seragam dan bergantung kepada kebijakan masing-masing perguruan tinggi negeri dalam rangka memberikan alternatif pilihan kepada mereka yang tidak lolos tes jalur SNMPTN maupun SBMPTN agar tetap bisa melanjutkan studi ke PTN. Jalur Mandiri belum tentu berupa tes, misalnya jalur Prestasi Internasional dan Nasional (PIN) yang diperuntukkan bagi siswa yang memiliki prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Perjuangan kamu belum cukup sampai sini saja karena khususnya untuk kuliah FSRD, kamu masih harus melewati ujian lainnya untuk bahan pertimbangan seleksi Perguruan Tinggi yang kamu pilih. Masing-masing jalur yang telah disebutkan di atas memiliki ujian tambahan, berupa ujian keterampilan.

 

Ujian Keterampilan

Pada ujian keterampilan SNMPTN, setiap tahunnya sering terjadi perubahan ketentuan. Pada tahun 2016, para peserta seleksi diminta untuk menggambar dua buah gambar ekspresi atau gambar suasana dengan format berwarna dan tidak berwarna di kertas A3. Pengumpulan karya dilakukan secara online disertakan dengan lembar pengesahan dari pihak sekolah  masing-masing peserta. Berbeda dengan ketentuan ujian keterampilan sebelumnya yang mengharuskan peserta untuk mengunggah portofolio karya-karya bebas seni rupa yang telah diciptakan sebelumnya yang mungkin saja dalam bentuk 3d atau 2d,  dan beberapa ketentuan seperti gambar figuratif dan komposisi.

Untuk ujian keterampilan SBMPTN, materi yang diujikan, meliputi: tes praktik menggambar bentuk (still life) dan ekspresi (gambar suasana) serta tes pengetahuan dan wawasan seni rupa. Peserta juga wajib hadir dengan berpakaian rapi, membawa ballpoint, pensil HB sampai dengan 6B, karet penghapus, dan alas gambar. Selain itu, peserta harus membawa Copy Ijazah/SKHUN, Kartu Identitas Diri serta bukti pembayaran Ujian Keterampilan Seni Rupa.

 

Tidak heran apabila kamu dan teman-teman kamu yang ingin meneruskan pendidikan di FSRD memiliki kesibukan yang luar biasa dalam rangka mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian tertulis dan keterampilan perguruan tinggi negeri. Di hari tertentu kamu harus mempersiapkan ujian-ujian pelajaran sekolah untuk menghadapi UN dan SBMPTN, di hari lain juga kamu harus mempersiapkan diri kamu untuk menghadapi ujian keterampilan yang memiliki bobot cukup besar yakni 60% dari keseluruhan tes termasuk ujian tertulis.

Untuk teman-teman kreatif yang sedang berjuang mati-matian, good luck dan selamat berjuang dampai titik darah penghabisan 🙂

Mengapa Kita Butuh Berkreativitas?

Bagi kalian yang akan mengikuti Ujian Saringan Masuk Perguruan Tinggi Fakultas Seni Rupa dan Desain, pasti lagi sering-seringnya mendengar istilah kreativitas, karena kreativitas menjadi salah satu aspek penilaian dalam ujian keterampilan khususnya gambar suasana. Selain kalian calon-calon akademisi seni rupa dan desain, pasti juga sering mendengar istilah ini di mana-mana. Seperti di seminar, event workshop mengenai art & craft /design, entrepreneurship,digital media marketing, tulisan-tulisan dan tema branding dari usaha coffee shop, coworking space yang sedang menjamur di mana-mana, dan lain-lain. Pertanyaannya, kenapa kreativitas menjadi suatu hal yang penting?

Seperti yang kita ketahui, kreativitas selalu berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menciptakan ide-ide baru sehingga ide tersebut dapat menghasilkan satu konsep, solusi, kreasi, ataupun kombinasi dari ketiga hal tersebut. Disadari atau tidak, sehari-hari kita akan selalu bersinggungan dengan kreativitas karena di saat keadaan membutuhkan solusi, di situ kita mencoba untuk mencari penyelesaian yang dapat diwujudkan melalui kreativitas. Namun permasalahannya, apakah kita sadar bahwa kita sedang melakukan sesuatu yang kreatif? Dan pertanyaannya pun jadi bertambah, kenapa kita harus sadar bahwa kita sedang melakukan akitivitas kreatif?

Kesadaran kita dalam melakukan proses kreasi memiliki manfaat yang luar biasa.

Psikolog Mihalyi Czikszentmihalyi mengatakan bahwa kemampuan manusia untuk menikmati eksplorasi kreatif menurut biologi evolusi telah membantu kita untuk bertahan hidup dan berkembang. Selain itu eksplorasi kreatif juga bersifat meremajakan, memungkinkan manusia untuk mengatur diri sendiri, merupakan satu bentuk relaksasi yang mengembalikan keseimbangan emosional dan meningkatkan rasa sehat dan rasa berkecukupan. 

Setiap karya yang kita ciptakan akan menghasilkan sebuah kesadaran baru mengenai progress yang telah kita capai. Hal ini menguntungkan diri kita karena melalui berkarya dan berprogress, kita akan mendapatkan kepercayaan diri. Semakin kita mendalami skill dan pemikiran-pemikiran yang dituangkan ke dalam karya, kita semakin merasa tertantang untuk menciptakan hal yang lebih lagi, lebih lagi, dan lebih lagi. Dalam logika desain, desain adalah satu bentuk kreasi yang tidak hanya berhubungan dengan bagaimana menambah nilai estetik dalam sebuah objek tertentu seperti media berkomunikasi, interior ruangan, produk, fashion, dan lain sebagainya. Desain juga mengoptimalkan nilai kegunaan dari objek-objek yang telah disebutkan sebelumnya sehingga dapat mempermudah pekerjaan atau meningkatkan kenyamanan hidup manusia. Seni, tidak hanya bagaimana kita dapat membuat sesuatu yang indah dan enak dipandang, tapi juga karya tersebut akan berdialog dengan senimannya, berdialog dengan audiensnya sehingga secara bawah sadar dapat menciptakan solusi-solusi tertentu yang bergerak secara bawah sadar. Semakin kita berkreativitas, semakin besar skala permasalahan yang dapat teratasi tak terkecuali permasalahan diri kita sendiri, permasalahan orang-orang di sekitar kita, ataupun permasalahan berskala dunia 🙂 Masih ragu untuk menyisakan waktumu untuk berkreativitas?